Tag Archives: TAFSIR SURAT AL FATH [48] AYAT 29

TAFSIR SURAT AL FATH [48] AYAT 29 [ SIFAT SEORANG MUSLIM ]

“KASIH SAYANG SESAMA MUSLIM DAN KERAS TERHADAP KEKUFURAN”

Allah SWT menggambarkan sifat mereka [ Muhammad saw dan para sahabatnya], dengan sifat-sifat yang seluruhnya terpuji dan merupakan peringatan bagi generasi sesudah mereka, dan dengan sifat-sifat itulah mereka dapat menguasai bangsa-bangsa lain, dan memiliki negeri-negeri mereka, bahkan menggenggam tampuk kepemimpinan seluruh dunia. Mustafa Al Maraghi/ tarsir Al Maraghi, h.193].

Allah SWT berfirman :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. [ Al Fath 48:29]

Penjelasan :

Allah SWT berfirman :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

Sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah [ utusan Allah ], tampa diragukan lagi dan tanpa disanksikan lagi sekalipun diingkari oleh orang-orang yang ingkar dan didustakan oleh orang-orang yang keras kepala. Selanjutnya sifat mereka [sahabat Nabi ] itu tergambar dalam  firman-Nya :

 وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Sesungguhnya sahabat-sahabatnya yang ada bersamanya adalah keras hatinya terhadap orang-orang kafir tetapi lemah lembut [ ruhama’ujama’ dari rahim artinya penyayang] hati mereka kepada sesamanya, lunak jiwanya terhadap sesamanya dan merendahkan diri mereka terhadap sesamanya.

Semakna dengan ayat diatas adalah firman Allah SWT :

فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ

Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. [ Al Maidah 5: 54]

Janji Allah itu akan terjadi dimana Allah akan siapkan dan datangkan ummat yang keras terhadap kekafiran dan kasih sayang terhadap sesama muslim disaat banyak terjadi kemurtadan di tengah ummat, dan kemaksiatan telah merajalela, hingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang bathil.

Sedang penjelasan Nabi bagaimana sikap seorang mukmin terhadap sesama mukmin, sebagaimana digambarkan beliau SAW :

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling cinta dan saling mengasihi sesama mereka, adalah seumpama satu jasad. Apabila ada salah satu anggota yang sakit maka seluruh anggota yang lain ikut demam dan tidak bisa tidur.”

Nabi SAW Juga bersabda :

Orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya adalah bagaikan sebuah bangunan, sebagiannya memperkuat sebagian yang lain dan merupakan jalinan di antara jari-jarinya.”

Allah lalu berfirman, tanda-tanda mereka itu adalah :

تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Maksudnya Kamu lihat mereka senantiasa melakukan salat dan ikhlas kepada Allah dengan menghadapkan pahala dalam salatnya itu serta upah yang banyak di sisi-Nya , seraya memohon ridha-Nya.

سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Maksudnya, pada mereka terdapat tanda-tanda yang baik yaitu kekhusu’an dan ketundukan yang tampak bekas pada wajah mereka. Oleh karena itu dikatakan Sesungguhnya kebaikan itu mempunyai cahaya dalam hati dan sinar pada wajah, keluasan pada rezeki, dan cinta yang tertanam di hati orang banyak.”

Utsman bin Affan berkata : “Tidak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia kecuali Allah Ta’ala menampakkan pada raut wajahnya dan perkataan yang terlontar pada lidahnya”.

Diriwayatkan dari Khalifah Umar bin khaththab ra, : Barangsiapa yang memperbaiki kata hatinya, maka Allah akan memperbaiki pernyataannya yang terus terang”. “Terus terang” artinya tegas mengatakan haq itu haq dan yang bathil/haram itu haram.

Sedang Abu Sa’id ra. Berkata bahwa rasulullah saw bersabda : Sekiranya salah seorang dari kalian melakukan perbuatan dalam sebuah batu yang rapat yang tidak ada pintunya, dan tidak ada lubangnya, tentu amalnya itu keluar dari orang banyak, apapun rupa amal tersebut.

Sesudah itu Allah SWT memujinya dan memberitahukan kelebihan-kelebihan orang mukmin dalam kitab-kitab yang telah diturunkan dan beredar di kalangan umat manusia, dengan firman-Nya ;

ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ

Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil. Jadi sifat nabi dan para sahabatnya dan para pengikutnya yang ikhlas itu telah tergambar dalam kitab taurat dan injil. Lalu Allah teruskan dalam firman-NYa :

كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ

yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Hal itu sudah jelas kalau Allah SWT menghendaki, karena ketaatan hamba kepada-Nya tanpa berpaling dari sesuatu apapun, ikhlas beribadah, bersamaan dengannya sifat yang tersebut diatas, Allah besarkan mereka, kokohkan perjuangannya, bagaikan pohon yang semakin membesar dan menjulang tinggi , yang membuat jengkel orang-orang kafir.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Janji Allah itu pasti benar. Dan Allah menjanjikan kepada kaum muslimin yang padanya terdapat sifat-sifat diatas berupa ampunan atas dosa-dosanya ketika didunia. Dan tidak ada setiap hamba yang dosanya diampuni kecuali Allah ganti dengan Syurga. Wallahu a’lam bi ash-showab. Mushonnif Huda Al Qondaly

Tafsir Quran Surat An Naba | Tafsir Quran surat An Naziat |

Referensi :

  • Mustafa Al Maraghi, Tafsir Al Maraghi, 190-198.
  • Tafsir Ibnu Katsir
Advertisements